43 Tahun Tersesat Muslim Belgia Sadar Yesus Tuhan Dan Juru Selamat
Saya bertanya, bagaimana ini bisa terjadi? 43 tahun tersesat dari hidupku! Tahun-tahun yang hilang pada hal-hal yang tidak bisa saya jelaskan dengan kata-kata sopan.
43 Tahun Tersesat Muslim Belgia Sadar Yesus Tuhan Dan Juru Selamat
Rachid: Mari kita terima panggilan telpon yang lain. Bapak Emad dari Belgia.
Emad: Selamat malam, pertama-tama saudara Rachid. Saya ingin mengucapkan terima kasih banyak untuk program ini. Nyatanya, program Anda adalah salah satu yang menerangi dan membuka hati. Saya biasa mengatakan pada diri sendiri, "Orang-orang ini berbohong tentang Islam." Jadi saya membeli buku, saya mempelajari Hadis dan referensi yang Anda sebutkan.
Saya mencari di internet, di sana-sini, untuk melihat apakah itu benar atau tidak. Menyedihkan, saya menemukan bahwa itu benar. Ini masalah besar. Itu benar. Para Ulama Muslim tidak bisa merespon. Mereka tidak punya jawaban.
Rachid: Saudara Emad, kapan perubahan ini terjadi dalam hidup Anda?
Emad: Sejak saya menelpon Anda, pertama kali. Episode itu adalah tentang siksa kubur, dan saya mengikuti episode terakhir tentang Firdaus (Al Jannah - sorga Islam) dan Neraka.
Setelah ini, saya mulai mencari. Saya bergabung dengan ruang obrolan Pal Talk, dan saya mulai mendengarkan. Sejujurnya, saya terkejut. Saya telah mempelajari Islam sebelumnya. Meskipun saya bukan ahli, Tuhan memberi kita semua pikiran. Saya terkejut ...
Rachid: Apakah Anda menerima Yesus Kristus dalam hidup Anda?
Emad: Saya sebenarnya belajar agama Kristen. Ada sesuatu di dalam diriku, saya yakin. Saya merasakan sesuatu di dalam hatiku. Saya tahu ada sesuatu di dalam hatiku. Tetapi saya ingin belajar lebih banyak lagi. Sejujurnya, saya sangat memikirkan masalah ini, siang dan malam. Saya tidak tidur. Masalah ini tidak mudah.
Sebenarnya, saya sedang depresi, karena apa yang terjadi dalam pikiranku. Saya bertanya, bagaimana ini bisa terjadi? 43 tahun tersesat dari hidupku! Tahun-tahun yang hilang pada hal-hal yang tidak bisa saya jelaskan dengan kata-kata sopan.
Rachid: Apakah Anda ingin berdoa bersamaku untuk menerima Yesus Kristus dalam hidup Anda sekarang?
Emad: Ya.
Rachid: Katakan pada-Nya, saudara Emad:
Oh Tuhan, saya membuka hatiku bagiMu. Izinkan saya untuk mengenalMu dalam hidupku. Tuhan, ubahlah saya dari dalam. Saya menerima Engkau sebagai Juruselamat dan Pembebasku. Selamatkan saya dari dosa dan ubah hatiku, Tuhanku.
Sumber:
Tuhan, saya memberimu, sepanjang hidupku, ke dalam tanganMu. Pakailah saya, oh Tuhan. Terangi hatiku, dan biarkan saya meluap dengan kasih. Tuhanku, saya menerimamu dalam hidupku dalam nama Yesus.
Dalam nama Yesus. Amin.
---- Demikian kesaksian Emad
43 Tahun Tersesat Muslim Belgia Sadar Yesus Tuhan Dan Juru Selamat
Rachid: Mari kita terima panggilan telpon yang lain. Bapak Emad dari Belgia.
Emad: Selamat malam, pertama-tama saudara Rachid. Saya ingin mengucapkan terima kasih banyak untuk program ini. Nyatanya, program Anda adalah salah satu yang menerangi dan membuka hati. Saya biasa mengatakan pada diri sendiri, "Orang-orang ini berbohong tentang Islam." Jadi saya membeli buku, saya mempelajari Hadis dan referensi yang Anda sebutkan.
Saya mencari di internet, di sana-sini, untuk melihat apakah itu benar atau tidak. Menyedihkan, saya menemukan bahwa itu benar. Ini masalah besar. Itu benar. Para Ulama Muslim tidak bisa merespon. Mereka tidak punya jawaban.
Rachid: Saudara Emad, kapan perubahan ini terjadi dalam hidup Anda?
Emad: Sejak saya menelpon Anda, pertama kali. Episode itu adalah tentang siksa kubur, dan saya mengikuti episode terakhir tentang Firdaus (Al Jannah - sorga Islam) dan Neraka.
Setelah ini, saya mulai mencari. Saya bergabung dengan ruang obrolan Pal Talk, dan saya mulai mendengarkan. Sejujurnya, saya terkejut. Saya telah mempelajari Islam sebelumnya. Meskipun saya bukan ahli, Tuhan memberi kita semua pikiran. Saya terkejut ...
Rachid: Apakah Anda menerima Yesus Kristus dalam hidup Anda?
Emad: Saya sebenarnya belajar agama Kristen. Ada sesuatu di dalam diriku, saya yakin. Saya merasakan sesuatu di dalam hatiku. Saya tahu ada sesuatu di dalam hatiku. Tetapi saya ingin belajar lebih banyak lagi. Sejujurnya, saya sangat memikirkan masalah ini, siang dan malam. Saya tidak tidur. Masalah ini tidak mudah.
Sebenarnya, saya sedang depresi, karena apa yang terjadi dalam pikiranku. Saya bertanya, bagaimana ini bisa terjadi? 43 tahun tersesat dari hidupku! Tahun-tahun yang hilang pada hal-hal yang tidak bisa saya jelaskan dengan kata-kata sopan.
Rachid: Apakah Anda ingin berdoa bersamaku untuk menerima Yesus Kristus dalam hidup Anda sekarang?
Emad: Ya.
Rachid: Katakan pada-Nya, saudara Emad:
Oh Tuhan, saya membuka hatiku bagiMu. Izinkan saya untuk mengenalMu dalam hidupku. Tuhan, ubahlah saya dari dalam. Saya menerima Engkau sebagai Juruselamat dan Pembebasku. Selamatkan saya dari dosa dan ubah hatiku, Tuhanku.
Sumber:
Tuhan, saya memberimu, sepanjang hidupku, ke dalam tanganMu. Pakailah saya, oh Tuhan. Terangi hatiku, dan biarkan saya meluap dengan kasih. Tuhanku, saya menerimamu dalam hidupku dalam nama Yesus.
Dalam nama Yesus. Amin.
---- Demikian kesaksian Emad
- Dari buahnyalah kamu akan mengenal mereka. Dapatkah orang memetik buah anggur dari semak duri atau buah ara dari rumput duri? Demikianlah setiap pohon yang baik menghasilkan buah yang baik, sedang pohon yang tidak baik menghasilkan buah yang tidak baik. Tidak mungkin pohon yang baik itu menghasilkan buah yang tidak baik, ataupun pohon yang tidak baik itu menghasilkan buah yang baik. Dan setiap pohon yang tidak menghasilkan buah yang baik, pasti ditebang dan dibuang ke dalam api. Jadi dari buahnyalah kamu akan mengenal mereka. - (Matius 7:16-20).
- dan kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu." - (Yohanes 8:32).
- Pada mulanya adalah Firman (Yesus); Firman itu bersama-sama dengan Allah [Bapa di Sorga] dan Firman Yesus itu adalah Allah. - (Yohanes 1:1).
- Kata Yesus kepada mereka: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya sebelum Abraham jadi, Aku telah ada.” - (Yohanes 8:58).
- Aku (Yesus) dan Bapa adalah satu.” - (Yohanes 10:30).
- Kata Yesus kepadanya: “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa [yang berada di Sorga], kalau tidak melalui Aku. - (Yohanes 14:6).

Post a Comment