Quranku Terbakar Sendiri - Kone Moussa

Hari itu, Qur'an-ku yang selalu bersamaku selama 35 tahun dimakan api gaib. Ini adalah tanda dari Yesus. Pada hari ketiga, saya tetap mencari Yesus untuk muncul. Saya tidak dapat tidur, tepatnya saya menghabiskan 4 hari tanpa tidur menanti Yesus untuk muncul kembali. Akan tetapi pada hari kelima, kepalaku dan syarafku tidak kuat lagi dan saya tidur.

JESUS APPEARED TO A MUSLIM. Quranku Terbakar Sendiri - Kone Moussa. Shallom,

Nama saya Kone Moussa dan berasal dari Pantai Gading. Saya berumur 60 tahun. Saya dilahirkan 21 April 1953. Kakekku seorang Imam, meskipun saya tidak pernah melihat beliau.

Diantara anak-anaknya, 13 diantaranya adalah seorang Imam. Ayahku adalah Imam ke-12 didalam keluarga. Dan saya sendiri telah menjadi Iman selama 12 tahun.


Saat saya berusia 3 tahun, ayah saya mulai menghafalkan kepadaku setiap pagi selama 5 hari seminggu, namamu adalah Kone Moussa, engkau adalah Muslim, Nabimu adalah Muhammad dan Allah SWT adalah Tuhanmu. Hal ini selalu dilakukan kepadaku setiap hari diwaktu pagi ketika saya bangun tidur.

Pada usia 3 tahun saya tahu siapa saya. Pada usia 5 tahun saya harus bangun pukul 5 pagi seperti orang dewasa untuk sembahyang, kalau tidak saya akan dicambuk. Pada usia 5 tahun, ayahku terus mengulangi perkataan kepadaku setiap pagi lima hari seminggu.

Kamu adalah Muslim, Nabimu adalah Muhammad dan Allah SWT adalah Tuhanmu. Kamu akan menjadi seorang Imam seperti kakekmu, seperti paman-pamanmu dan ayahmu.

Maka pada usia 5 tahun saya tahu siapa saya dan akan menjadi apa nantinya. Ayahku merupakan model bagi hidupku, sehingga tujuan hidupku adalah menjadi seorang Imam. Saya mulai mempelajari bahasa Arab dan mempelajari Qur'an bersama ayahku.

Qur'an terdiri dari 114 bab dan lebih dari 6000 ayat. Dalam 5 tahun saya membaca dan menghafalkan semua bab tanpa mengetahui apapun. Saya menghabiskan 5 tahun berikutnya untuk mempelajari arti dari tiap-tiap kata. Saat itu saya berusia 14 tahun ketika saya menyelesaikan semua pelajaran Qur'an.

Keluargaku dihormati dan ada sebuah perayaan dimana saya seharusnya menghafal semua 6000-an ayat. Saya menyukai Islam dan gelar Imam (sacerdose), ayahku adalah pahlawanku.


Tetapi suatu hari saya belajar komentar Qur'an dengan ayahku. Kemudian saya berkata, 'Ayah, hari ini kita belajar Qur'an. Andai saja kematian menjemput dan membawa kita. Kemana kita berada?'

Saya menanyakan kepada ayahku pertanyaan itu dua kali. Dia tidak dapat menjawab. Dia terdiam. Kemudian ketika saya bertanya ketiga kalinya, dia menjawab, 'Dengarkan anakku, sementara kita hidup, kita tidak tahu secara pasti kemana kita akan berada setelah meninggal. Kita harus menunggu hari penghakiman.'

Ayahku berkata, 'Pada hari itu ada penegakan keseimbangan, perbuatan dan tingkah laku manusia akan ditimbang, jika kita memiliki lebih banyak perbuatan baik daripada dosa, maka kita akan menuju Jannah (sorga Islam) sebaliknya menuju neraka. Kiranya Allah SWT menjaga kita.'

Ayah saya mengatakan, 'Sementara kita hidup, kita tidak dapat mengetahui apakah kita akan ke Jannah (taman / sorga) sebab kita tidak dapat menghitung perbuatan baik kita dan dosa kita.'

Sejujurnya saya terpengaruh dengan jawaban ini, sebab saya setiap hari mempelajari Islam dan sembahyang akan tetapi saya tidak tahu dan saya tidak akan tahu apa yang menunggu saya setelah kematian.

Maka saya tidak tahu dimana saya akan berada setelah kematian, apakah neraka atau jannah (sorga Islam). Kenyataan bahwa saya bisa mengetahui apa yang menunggu-ku setelah kematian membuatku takut akan kematian, sebab saya tidak tahu dimana saya akan berada setelah kematian.

Saudara terkasih, jika saudara mendengarkan hal ini dan saudara tidak mengetahui dimana saudara berada setelah kematian, maka saudara sebaliknya mencari penyelesaian jawaban ini. Disebabkan ada perjanjian bagi setiap manusia di dunia, yaitu kematian, dan waktu saudara akan datang.


Ketakutan akan kematian membuatku terkadang terbangun dalam ketakutan dan saya sangat senang ketika saya melihat dinding tempat tidurku, karena saya tahu saya belum meninggal, sebaliknya saya mungkin berada di neraka. Saya merasakan trauma pada masa mudaku dengan ketidak-pastian ini.

Qur'an berbicara mengenai neraka dan jannah (sorga), akan tetapi Qur'an tidak mengatakan kepadamu bagaimana pergi ke sorga. Maka saudara tertinggal didalam kegelapan. Akibatnya saya penuh ketakutan dan penderitaan.

Kemudian saat keluargaku berjuang hidup, saya mencari pekerjaan didalam eksplorasi tambang minyak lepas pantai. Awalnya saya mengisi pekerjaan orang-orang yang absen dan saya melakukan itu tanpa bayaran. Kemudian suatu hari saya diberitahu untuk mengganti seorang yang absen sedangkan saya bekerja lebih baik dari dirinya.

Saya menghabiskan 7 tahun bekerja di tambang minyak, suatu hari pimpinan tambang minyak kami melihat-ku dan menanyakan namaku. Ketika saya mengatakan kepadanya namaku, dia berkata, 'Apakah kamu seorang Muslim ?' Saya menjawab, 'Ya, saya seorang Muslim,' dengan kebanggan. Saya bangga dengan keyakinanku.

Orang ini adalah pejabat tertinggi sedangkan saya pegawai rendah. Suatu hari saat saya berada di pondok, saya menerima kedatangannya. Saya terkejut karena seorang bos mau mengunjungiku. Saya amati dia memegang Alkitab, dan saya merasa kecewa, kemudian dia meletakkan Alkitabnya diatas tempat tidurku.

Sebagai seorang Muslim yang saleh, saya merasa tersinggung dan mengambil Alkitab itu dan membuangnya ke sungai. Saya katakan, 'Saudara adalah pemimpin disini, saudara memimpin pekerja dan peralatan, tetapi saudara dapat mempertimbangkan datang dengan membawa Alkitab.' Saya sangat marah, tetapi pimpinan itu ramah dan murah senyum.

Kemudian dia keluar, selanjutnya saya membangun persahabatan dengan pimpinan itu. Dia orang baik dan ramah, tetapi saya terganggu dengan hal-hal tentang Yesus darinya. Setelah bekerja selama 4 tahun, saya kembali ke Pantai Gading. Sebenarnya kami bekerja di pengeboran minyak Teluk Meksiko.


Ketika saya sampai ke Pantai Gading, saya mengambil alih tugas ayahku di Masjid. Saya mengerjakan semua hal. Kemudian asisten-ku mengatakan kepadaku ada seorang sepertinya orang Amerika ingin berbicara dengan-ku. Saya mengabaikannya dan kembali ke Teluk Meksiko untuk bekerja. Setahun kemudian saya kembali ke rumah.

Saya bertemu asisten-ku lagi dan dia mengatakan kepadaku lagi, 'Moussa, orang Amerika itu menunggumu untuk bicara.' Kali ini saya menemui dan bicara dengan orang Amerika itu. Dia berada di daerah Abidjan. Ketika saya menemuinya, dia berbicara bahasa arab.

Setelah percakapan yang lama dan ramah, saya akan pamitan, kemudian dia berkata kepadaku, 'Moussa, saya diselamatkan. (i am saved).' Hanya kata2 itu yang dia (orang Kristen) katakan, meskipun dia seorang pendeta.

Awalnya saya coba untuk mengabaikan kalimat itu, tetapi sembari saya berjalan, saya mulai menanyakan kepada diri saya sendiri, 'Bagaimana pria ini mampu berkata bahwa dia diselamatkan ?' Hal itu berarti dia tahu dimana dia akan berada setelah meninggal. Tetapi bagaimana dengan saya ? Dimana saya berada setelah meninggal ?

Kalimat pria itu memunculkan kembali pertanyaan lama didalam hidupku, 'Dimana saya berada setelah meninggal ?' Saya bekerja di sebuah pengeboran minyak yang adalah pekerjaan berbahaya, bisa meninggal kapan saja, tetapi saya tidak mengetahui jika meninggal kemana saya akan pergi.

Sepanjang kepedulian saya mengenai pertanyaan utama didalam hidup manusia adalah kemana akan berada setelah kematian ? sebab ada sebuah penetapan bagi semua manusia yaitu kematian, dan tidak ada seorangpun dapat menghindari kematian karena itu harus menjawab pertanyaan penting ini.


Uang, wanita cantik dan rumah atau mobil mewah tidak memberi kepadamu kedamaian, hanya kepastian hidup kekal setelah kematian yang dapat memberikan kepadamu kedamaian. Hal mengenai setelah kematian ini membuatku tertekan lagi dan akibatnya saya membuat keputusan untuk menyelidiki.

Saya memutuskan untuk menyelidiki Qur'an dan untuk menemukan apa yang dikatakan mengenai kehidupan setelah kematian dan bagaimana saya dapat ke sorga, jika mungkin.

Setiap hari selesai bekerja, dimalam hari saya belajar dan menyelidiki Qur'an. Pertama saya menemukan suatu ayat yang mengatakan bahwa setiap manusia tidak tahu berterimakasih kepada Tuhan yang berarti semua manusia berdosa dihadapan Tuhan. Hal ini saya tahu bahwa saya seorang berdosa, tetapi pertanyaan bagi hidup saya adalah 'Bagaimana masuk sorga ?'

Apa yang dapat Qur'an lakukan bagiku untuk masuk sorga ? Itulah tujuan penelitianku. Ayat Qur'an yang lain mengatakan jika perbuatan baikmu lebih banyak daripada perbuatan jahatmu, maka kamu akan masuk surga, tetapi jika perbuatan jahatmu lebih banyak daripada perbuatan baikmu, maka kamu akan masuk neraka.

Kemudian saya berpikir jika Qur'an mengatakan bahwa manusia berdosa, bagaimana Qur'an mengharapkan kita yang berdosa untuk melakukan lebih banyak perbuatan baik daripada dosa ? Bagaimana seorang berdosa melakukan banyak perbuatan baik didalam hidupnya daripada kejahatan ? Yang terpenting adalah bagaimana saya mengetahui perbuatan baik-ku lebih banyak atau lebih sedikit dari dosa-dosaku.

Saya tidak dapat menghitung perbuatanku baik yang baik atau jahat, yang berarti secara logika saya tidak tahu apakah saya akan ke sorga atau neraka. Setelah berbulan-bulan penyelidikan, saya tidak dapat menemukan sebuat ayat Qur'an yang menjaminku bahwa saya bisa ke sorga.

Kenyataan bahwa semua surah menjelaskan Allah SWT adalah Maha Pengampun. Setelah berbulan-bulan mempelajari dan menyelidiki, saya menutup Qur'an. Saya merasa kecewa karena tidak ada kepastian dan jaminan ke sorga. Saya seringkali menangis karena tidak ada jawaban bagiku.

Karena pekerjaan saya adalah fisik dan tidak makan teratur, saya kehilangan berat badan karena tidak nafsu makan. Saya putus asa dan depresi. Saya kehilangan berat badan 20 kg dalam 2 tahun. Setiap orang memperhatikan bahwa saya punya masalah, tetapi saya tidak bisa menceritakan kepada mereka.


Beberapa minggu kemudian saya mulai mendengar suara yang berkata kepadaku untuk mempelajari apa yang Qur'an katakan mengenai Alkitab.

Saya membuka surah kedua ayat 135, dijelaskan, 'Kami beriman kepada Allah dan apa yang diturunkan kepada Abraham, Ismael, Ishak, dan Yakub dan anak cucunya (12 suku Israel) dan percaya dengan Kitab-kitab yang diberikan kepada Musa, Isa (Yesus) dan semua Nabi-nabi-Nya, dan kami tunduk kepadanya.'

Persoalan dengan surah ini adalah Qu'ran menyarankan kepadaku untuk percaya Kitab-kitab lain, tetapi dimana saya bisa mendapatkan Kitab-kitab ini ? Persoalan kedua adalah jika saya mengikuti Kitab-kitab Yesus (Injil), saya akhirnya mungkin menjadi pengikut Yesus dan menjadi Kristen.

Hal ini tidak bisa diterima, sebagaimana seorang Kristen selalu mengatakan bahwa Dia (Yesus) adalah jalan dan kebenaran dan hidup.

Qu'ran mendorongku kepada Kitab-kitab di Alkitab, tidak hanya itu, Qu'ran menunjukkan bahwa Kitab-kitab di Alkitab adalah kebenaran.

Saya membuka surah 10:94, dijelaskan, 'Allah SWT berkata kepada Muhammad untuk bertanya kepada mereka yang menerima Kitab (orang Kristen) sebelum Muhammad, jika Muhammad ragu.' Kitab-kitab yang Allah SWT maksudkan adalah Torah, Mazmur, Injil, semua Kitab didalam Alkitab.

Setelah 6 bulan menyelidiki, saya menyimpulkan tidak ada keselamatan didalam Qur'an bagiku, kedua, Qur'an bersaksi mengenai keaslian Alkitab. Saya menyimpulkan ini setelah 6 bulan penyelidikan.


Kemudian saya merasakan suara yang sama mengatakan kepadaku untuk menyelidiki apa yang Qu'ran katakan mengenai Isa (Yesus), sebab Qur'an adalah satu-satunya Kitab Suci bagiku.

Pengamatan pertamaku mengenai Isa (Yesus) didalam Qur'an adalah Qur'an mengatakan bahwa Isa (Yesus) adalah putera Maryam (Marry / Maria). Tetapi pertanyaanku siapa ayah Isa ? Biasanya setiap anak laki-laki dinamai setelah ayahnya. Tetapi mengapa Qur'an mengatakan bahwa Isa adalah Putera Maryam, tetapi gagal menyebutkan nama ayah-Nya.

Isa adalah satu-satunya Pribadi didalam Qur'an yang ayahnya dihilangkan. Didalam surah 19, Isa adalah bayi suci, dan komentar Qur'an menjelaskan Isa sebagai anak tanpa dosa, bukan hanya karena Isa tidak punya ayah manusiawi dan dikandung oleh roh Tuhan tetapi juga Isa tidak ada dosa.

Isa adalah satu-satunya nabi di Qur'an tanpa dosa, dan saya menemukan di surah 4, yang mengatakan bahwa Isa (Yesus) adalah Messiah. Dan pada surah yang sama, Isa adalah Firman Tuhan. Ditulis didalam Qur'an bahwa Isa adalah Roh Tuhan dan Dia ditinggikan di dunia dan akhirat.

Malam itu di kabinku, selagi saya selesai mempelajari Isa (Yesus) di Qur'an. Saya tertegun mengetahui bahwa Nabi Isa (Yesus) ini mempunyai atribut tunggal yang tidak dimiliki siapapun di Qur'an. Di Masjid, Imam menghindari bicara mengenai Isa (Yesus) karena sebab-sebab ini.

Saya terkesima dengan informasi ini tentang Isa (Yesus), tetapi saya pikir ini menjadi berbahaya. Hari berikutnya saat saya tidak memiliki kedamaian, saya merasa harus menyelidiki kematian Isa (Yesus). Saya tidak dapat berhenti menyelidiki kebenaran.

Sebenarnya di pengeboran minyak, dimana saya bekerja ini, ada orang-orang Kristen yang mengkotbahi saya, tetapi saya berlaku kasar kepada mereka. Tetapi didalam kabin ini saya sendirian mendengarkan suara hati nurani yang berkata selidikilah kematian Isa (Yesus) di Qur'an, karena bagiku Qur'an adalah satu-satunya Kitab (alat) untuk belajar.

Saya membuka surah 4 ayat 156. Didalam ayat ini, penyaliban Yesus disangkal. Qur'an mengatakan mereka tidak menyalibkan Sia (Yesus) dan mereka tidak membunuhNya, tetapi Dia diangkat ke sorga. Saya senang menemukan sesuatu yang bertentangan dengan doktrin Kristen.

Qur'an mengatakan seseorang diserupakan dengan Isa dan disalibkan menggantikan diriNya. Saya menganggap ini tidak meyakinkan. Komentator menuliskan bahwa Allah SWT meletakkan wajah Isa (Yesus) ke wajah orang lain dan mereka menyalibkan orang yang tidak bersalah.

Kemudian saya menemukan ayat Qur'an lain didalam surah 3:55. Ini adalah percakapan antara Allah SWT dan Isa. Allah SWT berkata kepada Isa, 'Hai Isa, sesungguhnya Aku akan menyampaikan kamu kepada akhir ajalmu dan mengangkat kamu kepada-Ku ...' Ada dua kata kerja disini, meninggal dan diangkat. Hal ini menimbulkan ide di pikiranku sebagai kebangkitan. Saya tahu saya menemukan sesuatu yang baru.


Saya terusik oleh penemuan ini karena jelas ini adalah kebangkitan. Pertanyaan kepadaku sekarang adalah, 'Bagaimana Isa mati ?' Saudara/i terkasih, saya ingin menjawab semua pertanyaan sebab saya tidak ingin orang lain menipuku mengenai kematian dan kemana nyawaku akan berada. Saya harus menyelidiki mandiri dan menemukan kebenaran.

Saya mulai menyelidiki kalimat, '...menyampaikan kamu kepada akhir ajalmu (put to death)...' sebagaimana Allah SWT berkata kepada Isa, 'Aku akan menyampaikan kamu kepada akhir ajalmu dan mengangkat kamu ...' Setelah menyelidiki akar Arab dari kata-kata yang digunakan disini, saya menemukan bahwa kata ini menjelaskan kematian tragis atau kematian sebagai akibat dari kekerasan.

Dan arti kedua dari kata ini adalah mati karena membayar harga atau hutang besar sekali dan hanya nyawa yang dapat membayarnya. Dan arti ketiga adalah mati untuk mencapai suatu tujuan. Saya akhirnya menyimpulkan bahwa Isa (Yesus) mati karena kematian kekerasan dari penyaliban untuk membayar hutang dari dosa-dosa kita.

Penemuan ini adalah titik balik didalam hidupku, sebagai akibatnya saya berhenti sembahyang sebagai Muslim sebab sudah 9 bulan penelitian.

Dan kesimpulanku bahwa tidak ada keselamatan bagiku didalam Qur'an. Kedua, Qur'an bersaksi bahwa Alkitab adalah kebenaran. Ketiga, Isa (Yesus) lebih hebat dari semua nabi-nabi di Qur'an dan juga karena Isa (Yesus) disalib dan bangkit dari kematian.

Setelah saya mencapai kesimpulan ini, saya tidak dapat meneruskan sembahyang seperti seorang Muslim sebab saya tahu bahwa saya tidak diselamatkan. Saya tidak tahu cara lain menyembah Tuhan selain cara Muslim dan selama 35 tahun, saya menyembah Tuhan dengan cara Muslim. Karena saya tidak tahu cara yang lain, saya merasa tersiksa.

Saya belajar sepanjang hidup saya bahwa manusia diciptakan untuk menyembah Tuhan, tetapi saya tidak bisa lagi menyembah Tuhan sebagai Muslim. Saya tidak tahu apa yang harus saya lakukan, kemudian saya mengatakan kepadaku bahwa saya akan berbicara kepada Tuhan seperti saya berbicara kepada sahabat. Dan saya akan melakukan dengan bahasa asliku, bukan lagi bahasa Arab.


Saya di kabin dan saya berbicara kepada diriku sendiri, saya tahu Tuhan itu ada meskipun saya tidak menyembah-Nya sebagai Muslim. Kemudian saya berkata, 'Tuhan, saya tahu bahwa Engkau ada diluar sana, tetapi saya tidak dapat menyembahmu sebagai seorang Muslim meskipun saya adalah Imam generasi ke-14 didalam keluargaku ... yang suram, dan saya tidak bisa menjadi Kristen karena tidak terpikirkan.'

Saya berkata, 'Tuhan, lakukanlah apa yang Engkau inginkan.' Yang terkasih, Tuhan adalah Tuhan, dulunya Dia adalah Tuhan dan selamanya Dia adalah Tuhan. Jika saudara menantang Tuhan, Dia akan menanggapi. Saat itu jam 9 malam di pondok-ku. Setelah berbicara kepada Tuhan, saya mematikan lampu untuk tidur. Ketika tanganku menyentuh tempat tidurku, pondok-ku diterangi oleh cahaya lain.

Saya terkejut, karena saya telah mematikan lampu. Kemudian saya bertanya, 'Cahaya apa ini ?' Saat saya tertegun, saya merasakan kehadiran Seseorang muncul dari cahaya ini, kemudian saya berbalik untuk melihat-Nya, saya duduk di tempat tidurku.

Kemudian Sang Manusia Yesus Kristus ini berdiri didepanku dan Dia meletakkan tangan-Nya di bahu kananku. Saya merasa takut. Saya berkata kepada diriku, 'Saya harus melakukan sesuatu dan berani.'

Kemudian saya mengangkat wajahku dan melihat wajahNya. Dia terlihat indah dan wajah-Nya begitu penyayang dan kasih. Kemudian Yesus mengatakan kepadaku, 'Moussa, kamu mendengar dan melihat apa yang seharusnya kamu lihat dan dengar. Sekarang terserah kamu untuk menentukan sebab semua keterangan yang diperlukan sudah diungkapkan.' Sekarang terserah padaku untuk menentukan.

Kemudian Yesus menghilang dan kegelapan muncul kembali di pondok-ku. Saya menyalakan lampu untuk mencari Yesus, tetapi Dia sudah pergi. Saya membuka pintu dan mengetuk pintu rumah tetanggaku, kemudian saya bertanya, 'Apakah kamu datang ke tempatku ?' Orang Swedia itu menjawab, 'Kamu gila atau apa ? Tidakkah kamu tahu ini jam berapa ?'

Hari berikutnya saya mulai berbicara kepada Yesus lagi dan saya meminta tanda lainnya, tetapi sepertinya tidak ada. Karena Qur'an-ku tersedia, maka saya mulai membaca. Tetapi saat saya membaca Qur'an, saya melihat nyala api muncul dari sebelah pojok Qur'an dan mulai membakar seluruh Qur'an.

Hari itu, Qur'an-ku yang selalu bersamaku selama 35 tahun dimakan api gaib. Ini adalah tanda dari Yesus.

Pada hari ketiga, saya tetap mencari Yesus untuk muncul. Saya tidak dapat tidur, tepatnya saya menghabiskan 4 hari tanpa tidur menanti Yesus untuk muncul kembali. Akan tetapi pada hari kelima, kepalaku dan syarafku tidak kuat lagi dan saya tidur.

Selagi tidur, saya melihat seorang pria berdiri dalam jarak 200 m. Satu hal tentang pria ini adalah matanya seperti bola lampu mobil. Saya takut dengan makhluk ini. Dia menuju ke arahku dan saya takut padanya sehingga saya mundur.


Dia tetap menuju kearahku dan saya mundur. Kemudian saya bertanya kepada makhluk ini, 'Kamu menakutiku, berhenti.' Tapi dia tetap menuju kearahku dan saya terus mundur.

Kemudian saya katakan kepada diriku, 'Saya tidak akan mundur lagi, saya akan diam ditempat.' Ketika saya berhenti mundur, makhluk itu berhenti juga. Sekarang saya mulai maju ke arah makhluk itu dan dia juga bergerak menjauh dariku. Saya terus menuju kearahnya dan dia terus mundur.

Saat saya maju menuju makhluk ini, dia berkata, 'Moussa, kamu menakutiku.' Saya tanya padanya, 'Siapa kamu ?' Kemudian setan ini menjawab, 'Tiada Tuhan selain Allah SWT dan Muhammad adalah utusan Allah SWT. Tetapi kamu menakutiku, Moussa, berhenti.' Saya terus menuju ke makhluk ini dan saya bangun dari mimpi itu.

Makhluk didalam mimpiku ini adalah roh atau setan Islam dan mimpi ini menandai perpisahanku dari roh itu dan perpisahanku selamanya dari Islam. Hal ini terjadi setelah 9 bulan penelitian.

Mimpi itu terjadi saat hari kontrakku berakhir dengan pengeboran minyak teluk meksiko, kemudian saya kembali ke Pantai Gading dan menemui pendeta Amerika dan menceritakan mengenai pengalamanku.

Kemudian pendeta itu bertanya kepadaku, 'Moussa, apa keputusan akhirmu ?' Kemudian saya katakan padanya, 'Saya memutuskan untuk menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat didalam hidupku.'

Sumber:

Saat itu saya di Abidjan di Pantai Gading tahun 1987 di kantor pendeta Amerika tersebut, saya berkata kepada Tuhan, saya tidak tahu bagaimana berdoa. Saya meminta Tuhan untuk mengampuni dosa-dosaku. Setelah saya berdoa, saya merasakan didalam hatiku saya diampuni. Saya merasa beban dosaku diangkat.

Saya juga merasa ketakutan akan kematian dan penghakiman dibuang dari hidupku. Karena dosa-dosaku adalah akar dari ketakutan akan kematian. Saat dosaku diampuni, ketakukan akan kematian hilang.

--- Demikian kesaksian Kone
  • Pada mulanya adalah Firman (Yesus); Firman itu bersama-sama dengan Allah [Bapa di Sorga] dan Firman Yesus itu adalah Allah. - (Yohanes 1:1).
  • Kata Yesus kepada mereka: "Makanan-Ku ialah melakukan kehendak Dia yang mengutus Aku dan menyelesaikan pekerjaan-Nya. - (Yohanes 4:34).
  • dan kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu." - (Yohanes 8:32).
  • Kata Yesus kepada mereka: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya sebelum Abraham jadi, Aku telah ada.” - (Yohanes 8:58).
  • Aku (Yesus) dan Bapa adalah satu.” - (Yohanes 10:30).
  • Jawab Yesus: "Akulah kebangkitan dan hidup; barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati, - (Yohanes 11:25).
  • Kamu menyebut Aku Guru dan Tuhan, dan katamu itu tepat, sebab memang Akulah Guru dan Tuhan. - (Yohanes 13:13).
  • Dan apabila Aku telah pergi ke situ dan telah menyediakan tempat bagimu, Aku akan datang kembali dan membawa kamu ke tempat-Ku, supaya di tempat di mana Aku berada, kamupun berada. - (Yohanes 14:3).
  • Kata Yesus kepadanya: “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa [yang berada di Sorga], kalau tidak melalui Aku. - (Yohanes 14:6).
Salam kasih dan persabahatan. Tetap semangat dan mengasihi sesama manusia apapun keyakinannya. Tuhan Yesus memberkati. Amin.

No comments

Powered by Blogger.